Jumat, 13 Juni 2008

anak babe kangen babenye

“Dadaaah ayaaah…!!!”

Kalimat itu muncul dari seorang gadis kecil

yang aku temui dikampus

sebelum ia pergi bersama ibunya

setelah mengantar ayahnya bekerja…

Kalimat itu mengembalikan ingatanku kemasa kecilku dulu

Andai waktu bisa diulang,,

Ku kan menikmati masa kecilku dengan sebaik-baiknya

Menikmati kedekatanku dengan ayahku tersayang…

Waktu kecil aku selalu menganggap bahwa

Ayahku adalah laki-laki tercakep didunia

Begitu agak besar sedikit aku mulai membenci beliau

Yaaa, aku membencinya….

Dengan berbagai alasan yang memenuhi pikiranku

Pernah ketika ayah bertengkar dengan ibuku

Aku sambil menangis dan bilang

“bapak jangan pergi…”

Sekarang aku mengerti kenapa ayahku dulu

Melakukan hal yang dulu kuanggap salah

Dan justru sekaranlah aku menyayanginya

Sebanding dengan rasa sayangku pada ibu

Rasa rindu itu selalu mengantarkanku tuk berdoa

Kepada Tuhan agar menjaga orangtuaku

Agar aku masih sempat bertemu mereka lagi

Masih sempat membahagiakan mereka

Masih sempat membuat mereka bangga kepadaku

Kurindukan uban yang telah banyak tumbuh dirambut hitamnya

Kurindukan kata-katanya yang selalu membimbingku

Kejalan yang benar…

Kutersadar bahwa kini aku telah tumbuh besar

Ku selalu merasa bahwa aku masih gadis kecil ayahku

Yang selalu membantah perintahnya

Yang selalu bermanja-manja ria

Kalimat yang begitu asing keluar dari mulut ayah

Yang membuatku tersadar bahwa aku bukan gadis kecilnya lagi

“jangan nikah sebelum lulus kuliah”

Begitulah kira-kira kata-kata ayahku yang pernah disampaikan

Kepadaku ketika aku mendapat status sebagai mahasiswa

Mungkin bagi orang lain

Hal itu tidak ada yang istimewa

Suatu hal yang biasa

Tapi bagiku hal itu sangat berarti

Karena dikeluargaku (aku dan orangtuaku)

Tidak pernah membahas masalah-masalah

Yang ada kaitannya dengan pacaran atopun pernikahan

Hal inilah yang membuat aku masih menganggap

Bahwa aku masih gadis kecil ayahku

Yang selalu ikut kemana Dia pergi

Dan tertidur pulas dimobil

Kini aku sadar

Bahwa waktu terus berjalan

Kini ayah semakin tua

Penyakit-penyakit mulai muncul

Aku pun semakin tua

Dipusingkan dengan aktivitas-aktivitas yang seabrek

Memikirkan hal-hal yang dulu pernah kuabaikan

Aku takkan malu

Mendapat julukan di kos-ku

Sebagai “anak Bokap”

Karena selalu ditelpon ayahku

Kan kunikmati waktu-waktu yang tersisa

Dengan sebaik-baiknya

Karena waktu tak dapat diulang

Walopun aku dan ayah terpisah oleh jarak

Aku masih bisa merasakan

Bahwa aku masih menjadi gadis kecilnya

Yang perlu diawasi dan dibimbing jalannya

“Tuhan tolonglah…

sampaikan sejuta sayangku untuknya

Ku kan berjanji takkan khianati pintanya

Ayah dengarlah….

betapa sesungguhnya ku mencintaimu

Kan kubuktikan….

Kumampu penuhi maumu….”

(Ada_baNd)

Love You Dad….